Tampilkan postingan dengan label KAPAL PERANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAPAL PERANG. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Februari 2022

KAPAL SELAM MINI INDONESIA

Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah merancang desain kapal selam mini, Pengembangan proyek ini telah dilakukan oleh BPPT sejak tahun 2017 hingga 2019 melalui kerja sama dengan industri pertahanan dalam negeri. 


Kata Deputi Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Indonesia akan membentuk konsorsium untuk mengembangkan kapal selam mini yang ditargetkan selesai pada 2025, Rancangan kapal selam ini juga mempertimbangkan aspek redundansi sistem agar tetap handal saat menjalankan tugas maupun misi khusus.


Konsep Kapal Selam Mini Indonesia

Gambaran Kapal Selam Mini Indonesia


Indonesia sebagai Negara Maritim sudah sepatutnya menciptakan dan mengembangkan Kapal Selam sendiri. Dengan latar belakang tersebut konsep penggunaan kapal selam mini oleh TNI AL bisa menjadi pilihan yang tepat, terlebih jika digunakan dalam tugas untuk mendeteksi kejahatan di wilayah perairan Indonesia serta untuk menyerang kapal selam musuh bila suatu waktu perang meletus.


Dislitbangal TNI AL sebenarnya sudah pernah menggagas konsep kapal selam mini (midget submarine) di kelas 22 meter. Meski masih berkutat di level uji laboratorium, Dislitbangal sudah menampilkan desain kapal selam mini tersebut. 


Selain digagas Dislitbangal TNI AL, kapal selam mini juga pernah ditawarkan oleh purnawirawan TNI AL Kolonel (Pur) Dradjat Budiyanto MBA sejak tahun 1996, yang mana kapal selam tersebut diberinama IM X-1 (Indonesian Midget Experimental-One) yang ide awalnya berasal dari Laksamana Arief Kus Hariadi yang merupakan atasan Dradjat sewaktu masih bertugas di kesatuan AL dulu.


Midget Submarine Indonesia

Kapal Selam Mini


Perlu kita ketahui bahwa kapal selam mini memiliki kemampuan yang terbatas dibandingkan dengan kapal selam kelas menengah apalagi dibandingkan dengan kapal selam kelas berat. Keterbatasan pada kapal selam mini tersebut pada umumnya berada pada kemampuan endurance, kapasitas bahan bakar, serta bekal persenjataan. Meski begitu kapal selam mini ini jauh lebih lincah dalam bermanuver dan bisa menjangkau perairan dangkal, termasuk berlayar di sungai.

Kamis, 13 Januari 2022

KRI HANG TUAH

Korvet TNI Angkatan Laut


KRI Hang Tuah, Korvet ini bisa dibilang satu generasi dengan kapal perusak pertama TNI AL yaitu KRI Gadjah Mada, pasalnya sama-sama berasal dari pemberian AL Kerajaan Belanda, yakni realisasi dari KMB (Konferensi Meja Bundar) di tahun 1949. Selain KRI Hang Tuah, TNI AL juga menerima tiga korvet yang sama dari Bathurst Class, masing-masing KRI Patti Unus 256, KRI Banteng 255 dan KRI Radjawali 254. Dari keempatnya, hanya KRI Hang Tuah yang tidak diketahui jelas nomer lambungnya.


Walau Belanda dikenal sebagai penghasil kapal perang kampiun, namun KRI Hang Tuah (korvet Bathurst Class) justru dibangun oleh galangan Evans Deakin & Company di Brisbane, Australia. Kondisi Belanda yang tengah porak poranda karena peperangan melawan Jerman tidak memungkinkan untuk memproduksi kapal perang saat itu.


Sebelum menjadi milik Indonesia, korvet ini pertama kali digunakan oleh AL Australia (Royal Australian Navy/RAN) dengan nama HMAS Ipswich J186, diluncurkan pada 11 Agustus 1941 dan resmi memperkuat RAN pada 13 Juni 1942.




Setelah berakhirnya Perang Dunia II, HMAS Ipswich J186 yang ikut berperang di palagan Pasifik, Okinawa, Samudera Hindia, dan Sisilia, kemudian diakuisisi oleh AL Kerajaan Belanda dan pada 5 Juli 1946 kapal ini telah berganti nama sebagai HNMLS Morotai P13.


Kapal Peran Morotai P13

KRI Hang Tuah mulai beroperasi pada bulan April 1950 dan bergabung pada kegiatan Operasi Gabungan dalam Gerakan Operasi Militer Ill (GOM Ill) melawan pemberontakan di Makassar. Pada periode Juli 1950 sampai dengan Maret 1951, KRI Hang Tuah dilibatkan dalam operasi penumpasan terhadap pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Pada bulan Maret 1953, KRI Hang Tuah kembali berperan dalam rangka menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.


Berdasarkan penelurusan sejarah, Tenggelamnya KRI Hang Tuah karena dihantam oleh Pesawat pembom B-26 Invader di Teluk Balikpapan, tepatnya pada 28 April 1958 saat dalam tugas mendukung Operasi Merdeka untuk mengatasi pemberontakan PRRI/Permesta.


Pesawat Pembom B-26 Invader


Dikutip dari Buku "Elang Laut Menembus Batas Cakrawala" yang menceritakan Detik-detik Karamnya KRI Hang Tuah


Tanggal 28 April 1958 sekitar pukul 08.00 pada saat KRI Hang Tuah melintas di lepas pantai Balikpapan terlihat secara visual sebuah pesawat pembom B-26 lnvader terbang menuju Balikpapan.


Dengan segera Komandan KRI Hang Tuah memerintahkan seluruh awak kapal untuk melaksanakan peran tempur. Mendengar suara alarm peran tempur, seluruh awak meriam segera siap di pos tempurnya masing-masing mengarahkan laras mengikuti gerakan pesawat tersebut.


Pergerakan pesawat tersebut terus diikuti secara visual karena pada saat itu KRI HangTuah hanya memiliki Radar navigasi. Berdasarkan pengamatan visual tersebut, belum dilihat adanya tanda-tanda bahwa pesawat tersebut akan menuju ke arah KRI Hang Tuah.


Sebuah insiden terjadi ketika salah satu Awak meriam Oerlikon yang berada di geladak anjungan membuka tembakan terlebih dahulu ke arah pesawat tanpa adanya perintah penembakan. Kepanikan terjadi karena hal itu memancing reaksi dari pesawat tersebut yang kemudian berputar mengarah ke posisi KRI Hang Tuah.


Pesawat lnvander mendekat dari arah lambung kiri kapal dan memberondong KRI Hang Tuah dengan tembakan Mitraliur. KRI Hang Tuah segera mengadakan perlawanan dengan tembakan dari meriam Bofors dan Oerlikon. Untung tak dapat diraih, Malang tak dapat ditolak. Pada saat melintas di atas KRI HangTuah, pesawat tersebut menjatuhkan bom tepat di atas cerobong asap dan meledak di antara ruang ketel dan kamar mesin. Seketika itu Perlawanan KRI Hang Tuah terhenti, Banyak korban berjatuhan bahkan Keadaan bertambah gawat karena kebakaran semakin membesar.


Peristiwa tersebut sudah dipastikan bahwa KRI Hang Tuah hanya menunggu waktu untuk tenggelam, dan Tenggelam nya KRI Hang Tuah menjadi Akhir dari masa BAKTI-NYA kepada Republik Indonesia.


Kapal KRI Hang Tuah


Senin, 03 Januari 2022

KAPAL PERANG PERTAMA YANG PERNAH MENJADI KEBANGGAAN INDONESIA


Di era tahun 60-an selain punya Angkatan Udara terkuat di Asia Tenggara, Angkatan Laut Indonesia tidak kalah kuatnya waktu itu dengan didukung Kapal perang tipe Penjelajah buatan Uni Soviet, Apalagi sebagai negara Maritim memang sudah sepatutnya Indonesia memiliki Angkatan Laut yang Mempuni.


Kapal penjelajah itu bernama KRI Irian, didatangkan pemerintah Indonesia untuk memperkuat Angkatan Laut dan juga dalam rangka pembebasan Irian Barat (Papua).


KRI Irian adalah Kapal penjelajah kelas Sverdlov dengan kode penamaan soviet Project 68BIS. Kapal ini diluncurkan pada tanggal 17 September 1950 dan di Operasikan pertama kali kapal pada tanggal 30 Juni 1952. Kapal ini dibuat di Admiralty Yard, Leningrad, Rusia.

KRI Irian

Kapal-kapal dari kelas Sverdlov merupakan versi dari kapal penjelajah kelas Chapayev yang sedikit diperbesar dan ditingkatkan kualitasnya. Mereka memiliki persenjataan, permesinan dan proteksi lambung yang sama dengan kapal pendahulunya (kelas Chapayev), namun dengan kapasitas bahan bakar yang lebih besar untuk jarak tepuh yang lebih jauh, lambung yang sudah dilas, peningkatan proteksi bawah air, serta penambahan perlindungan antipesawat tempur dan radar


Pada 11 Januari 1961 Pemerintah Soviet mulai mengeluarkan instruksi kepada Central Design Bureau untuk memodifikasi Ordzhonikidze supaya ideal beroperasi di daerah tropis dan Modernisasi skala besar dilakukan untuk membuat kapal ini bisa beroperasi pada suhu +40°C, kelembapan 95%, dan temperatur air +30°C.

KRI Irian

KRI Irian tiba di Surabaya pada 5 Agustus 1962, Sebelumnya Uni Soviet tidak pernah menjual kapal dengan bobot seberat ini kepada negara lain kecuali kepada Indonesia. Kehadiran kapal ini benar membuat AL Kerajaan Belanda secara drastis mengurangi kehadirannya di perairan Irian Barat pada waktu itu.

KAPAL SELAM MINI INDONESIA

Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah merancang desain kapal selam mini, Pengembangan proyek ini telah di...